BIDADARI-BIDADARI SURGA~TERE-LIYE, Kisah Ketabahan Seorang Kakak

Laisa seorang kakak yang diharapkan semua orang. Kakak yang peduli, mengesampingkan perasaan sendiri dan mengutamakan keluarganya. Laisa memiliki hati bidadari. Kegigihan untuk membahagiakan adik-adiknya dan ibunya Lainuri. Laisa adalah contoh kesabaran, ujian yang menimpa membuatnya lebih tegar dan kuat.

Pernahkah kamu membaca sebuah buku dan tiba-tiba meneteskan air mata?

Buku Tere Liye yang satu ini dapat membuat pembaca mengeluarkan air mata tanpa disadari. Kerendahatian seseorang yang dapat membuat diri sendiri kehilangan kendali perasaan. Sebuah kisah yang memiliki pesan yang tinggi.

Bidadari-Bidadari Surga. Setiap perempuan ingin memiliki kecantikan bidadari. Kecantikan yang dapat menerangi cahaya di bumi hingga kelangit.

Laisa bukan lah perempuan berparas cantik. Fisiknya yang kekurangan karena sebuah kelancangan seorang ayah. Laisa bukan lah perempuan yang berpendidikan tinggi. Tapi, kenapa dia bisa memiliki ketabahan besar?

Jawabannya karena dia sudah menerima. Dia menerima semuanya, menerima takdir dunia yang keras. Menerima bahwa dia bukan perempuan cantik, hanya seorang perempuan berbadan gempal, pendek dan hitam. Dia menerima jika takdir tidak memberi kesempatan untuk menikah. Dia menerimanya.

Dari semua itu, Laisa tetap bersyukur karena memiliki adik-adik yang bisa dibanggakan. Adik-adik yang pintar, peduli dan cantik.

Dalimunte, adik pertamanya memiliki kecerdasan yang besar, adik yang nurut dan selalu mendengar perintah Laisa. Dalimunte sangat menyayangi Laisa, sedari kecil Laisa selalu membantunya dalam menuntut ilmu dan terus belajar.

Ikamuri dan Wibisana adik yang nakal dan menyusahkan. Walaupun begitu Laisa sangan perhatian kepada mereka. Laisa berani mengorbankan nyawa untuk kedua adiknya.

Yashinta adik perempuan satu-satunya dan adik terseyangnya. Sejak kecil Yashinta diajarkan oleh Laisa berbagai keindahan alam. Laisa mengajarkan berbagai ragam tumbuhan dan binatang. Siapa yangmenyangka di masa depan Yashinta menjadi seorang ecologist cerdas dan cantik.

Laisa bukan lah kakak sedara Dalimune, Ikimuri, Wibisana dan Yashinta. Dia adalah anak dari suami pertama Lainuri. Lainuri menikah dengan seorang duda yang sudah memiki anak dan anak itu adalah Laisa.

Tidak sedarah bukan berarti saling mengacuhkan, keluarga adalah keluarga selama satu sama lain saling peduli. Itu lah pesan yang disampaikan di buku ini. Laisa memiliki karakter kuat. Sifatnya sebagai kakak dan anak yang tabah, berusaha dan tidak menyerah yang membuat adik-adiknya dapat menjadi sukses dimasa depan.

“Yakinlah, wanita-wanita salehah yang sendiri namun tetap mengisi hidupnya dengan indah, berbagi, berbuat baik, dan bersyukur. Kelak di hari akhir sungguh akan menjadi bidadari-bidadari surga. Dan kabar itu pastilah benar, bidadari parasnya cantik luar biasa.”~TERE LIYE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *