Book Review: From Zero To Zero, Perjuangan Hautman Zaenal Arifin

Ada yang tau siapa Hautman Arifin? Kalau bisa dibilang Hautman adalah orang yang suka belajar dan berdedikasi tinggi. Pak Hautman arifin adalah seorang vice president Citibank yang pernah berkerja menjadi Officeboy dan pedagang asongan.

Buku from Zero to zero yang di tulis oleh beliau sendiri menceritakan pengalaman senang sulitnya yang di alami pada masa hidupnya. Pada usianya yang masih remaja beliau kehilangan Ayahnya. Diceritakan Ayah beliau tidak menginginkannya belajar dijepang karena dia anak lelaki yang harus menjaga keluarganya, tentu saja Hautman marah dan tidak terima. Dan dari situlah dia mulai ingin mandiri yang kemudian membuatnya berjualan asongan.

Tidak lah mudah menjadi pedagang asongan, Hautman harus merasakan kejamnya jalanan dari pengasutan petugas kantib yang memukul dagangannya hingga berantakan.

Beliau mengatakan ketika itu beliau mendengar suara,”jika kau sudah besar dan punya jabatan tinggi janganlah menginjak-injak orang lain.” Suara itu benar-benar membuat Hautman tegar.

Kisah yang pedih disajikan di buku yang beliau tulis sendiri. Tulisan beliau mampu memberikan rasa simpati kepada pembacanya.

Tapi semangat beliau tetap ada. Tidak sampai menjadi pedagang asongan, beliau pun mencoba untuk mencari pekerjaan. Beberapa kali ditolak dan akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai officeboy di Citibank.

Syukur diucapkannya ketika di temira sebagai pegawai di bank asing tersebut.

Kebahagiaannya tidak berjalan lama beberapa bulan kemudian pada bulan puasa Hautman kehilangan Ayah tercintanya.

Hautman yang kehilangan Ayahnya tetap harus melanjudkan hidupnya dan sekarang dia menjadi tulang punggung keluarga. Dengan semangat, kerja keras dan berdoa Hautman akhirnya bisa naik pangkat menjadi pegawai klerikal. Ketika menjadi pegawai klerikal Hautman pernah membuat keputusan yang cerdas walaupun harus berdebat dengan orang nomor satu di Citibank Indonesia. Dari sini juga Hautman berhasil mengikat hati orang-orang Citibank dan semakin maju.

Beliau menulis berbagai macam pengalaman selama bekerja di Citibank dalam bukunya ini mulain dari terkurung dikamar dokumen yang membuatnya panik dan takut kehilangan oksigen, ada juga ketika dia tidak puas dengan gajinya dan kemudian mendapatkan hidayah dari seorang ibu-ibu pengemis yang bersyukur.

Hautman terus belajar dan mencoba sampai akhirnya dia dapat menjadi vice presiden di bank asing Citibank.

Berbagai masalah dapat diatasi beliau ketika menjabat sebagai vice president Citibank. Beliau menceritakan kesibukkannya bekerja yang membuat beliau lupa akan keluarga khususnya anak dan istri.

Beliau pun memutuskan untuk berhenti bekerja dan menjalankan masa hidupnya dengan keluarga.

Buku yang indah untuk dibaca. Dimana Hautman zaenal Arifin yang awalnya bangkit dari nol demi keluarga kembali ke nol juga demi keluarga.

Bapak Hautman Z. Arifin meninggal pada hari kamis, 20 desember 2012, mungkin beliau sudah tidak ada lagi saat ini tapi kegigihannya, semangat juang untuk keluarga dan kerja kerasnya akan selalu bersama dengan karya beliau.

From Zero To Zero….