Pulang-Tere Liye, Mimpi Bujang Bertemu Sang Ibu

Bujang terpisah dari orang tuannya, terpisah dari keluarga tercinta. Dipisahkan atas kemauan bapaknya untuk berhijrah dan untuk mendapatkan pendidikan. Bujang hanya orang kapung semata yang kesehariannya memburu babi.

Buku pulang karya tereliye menjabarkan cerita aksi. Seperti novel tere liye lainnya, buku pulang menceritakan sebuah keluarga. Bujang yang meninggalkan keluarganya untuk mencari ilmu tanpa mengetahui apa pun yang akan menghadangnya di masa depan.

Suasana kelam dan luka menjadi ciri khas novel ini.

Seperti yang sudah diketahui, tere liye memiliki sudut pandang yang berbeda. Sangat tidak terduga kalau buku pulang ini akan menceritakan sisi action, tembak-tembakan atau pun sisi lain pasar gelap.

Shadow economy seperti yang diterangkan di buku adalah ekonomi yang berjalan di ruang hitam, di bawah meja.

Tereliye adalah lulusan ekonomi. Di buku Pulang ini, dia banyak memberikan informasi dan ilmu pengetahuan baru tentang ekonomi.

Bujang si babi hutan mendapatkan pendidikan atas kehendak Tauke sang Boss. Tauke mengetahui potensi Bujang, walaupun masih remaja tapi memiliki otak yang cerdas. Permasalahan dan alur cerdas yang membuat buku pulang menarik. Berkelana mencari ilmu dan memenuhi keinginan Tauke dan keluarga barunya. Kerinduan akan ibu bapaknya adalah cobaan bagi bujang. Seperti yang ditulis bujang sendiri pada surat terakhirnya.

Mamak, Bujang pulang hari ini. Tidak Hanya pulang bersimpuh di pusaramu, tapi juga telah pulang kepada panggilan Tuhan. Sungguh, sejauh apa pun kehidupan menyesatkan, segelap apapun hitamnya jalan yang ku tempuh, Tuhan selalu memanggil kami untuk pulang. Anakmu telah pulang.”