Sepatu Dahlan~Khrisna Pabichara, Semangat Dahlan Iskan

Mega best seller buku memang beda. Sepatu Dahlan kayra Kharisna Pabichara pantas di jadikan buku terbaik pada tahun 2012. Buku ini menceritakan biografi bapak mantan mentri BUMN, Dahlan Iskan.

Dahlan Iskan yang juga mantan CEO jawa pos ternyata memiliki masa lalu yang kelam. Buku Sepatu Dahlan menceritakan kisah kegigihan dahlan dengan segala kemiskinan untuk mendapatkan sebuah sepatu.

Dahlan berasal dari keluarga miskin. Ayahnya hanya seorang buruh kebun seperti orang-orang desa yang lain. Di kampungnya kemiskinan adalah hal yang wajar. Tidak ada warga yang kaya bahkan, setengah kaya pun tidak ada.

Bapak dahlan yang bernama Iskan seorang pekerja keras. Selalu mengerjakan sesuatu, memangkas pohon, meratakan lantai rumah, membuang pelapah pisang. Tidak bisa pernah diam dan tidak pernah mengeluh.

Sifat bapaknya itu yang turun dalam jiwa dahlan. Kesulitan yang melanda dahlan adalah ketika terhalang untuk terus melanjutkan sekolah ke jenjang sekolah menengah pertama. Yah, kemiskinan memang selalu menjadi masalah dalam pendidikan.

Walaupun begitu dahlan dapat melanjutkan sekolah di sebuah pesarntren sabilil muttaqin. Perjalanan jauh dari rumah ke pesantren tersebut di tempuh dahlan dengan berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki. Jangankan sepatu, sandal pun dahlan tidak punya.

Ketika dahlan kehilangan ibunya tidak lama setelah dia masuk pesantren kehidupannya menjadi berubah. Dahlan yang masih belia harus mengurus adiknya Zain sendiri dirumah. Berbagai kesulitan menimpa keluarga mereka.

Bapaknya yang menjadi lebih sibuk di sawah, berangkat subuh pulang malam.

Zain yang kelaparan karena tidak ada makanan. Pada saat itu dahlan malah terpaksa mencuti buah tebu milik pemerintah yang membuatnya di omeli penjaga dan dihukum.

Kelaparan terus melanda zain dan dahlan sehingga dahlan harus mengikat perutnya dengan sarung supaya tidak terasa rasa laparnya.

Ada lagi ketika Zain terjatuh dari pohon kelapa. Zain yang mau memetik kelapa kehilangan konsentrasi karena saking laparnya.

Perjalanan panjang Dahlan dalam menghadapi ujian dalam kehidupannya sangan menginspirasi. Dahlan yang jago dalam bermain voli berhasil menjuarai lomba antar sekolah.

Masalah kembali terjadi ketika Dahlan yang tidak punya sepatu tidak boleh mengiuti kompetisi.

Sepatu menjadi hal yang malah dalam kehidupan Dahlan. Buku ini menceritaka bagaimana seluruh kisahnya yang saking sulit kehidupannya sepatu dan makan menjadi barang langka.

Cita-cita dapat digapai dengan kesabaran dan kerja keras itulah pesan murni di Buku Sepatu Dahlan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *