Surat Dahlan~Khirsna Pabichara, Surat-Surat Puitis Dahlan Iskan

Bisa dibilang Sepatu Dahlan merupakan buku sukses yang mengispirasi para pembacanya. Cerita dari kisah dahlan masih berlanjut di buku selanjutnya bagi para pembaca yang masih penasaran.

Kelanjutan dari Seatu Dahlan yaitu Surat Dahlan yang merukapan trilogy dalam kisah Dahlan Iskan.

Berkisah dahlan yang berhijrah dari kampungnya yang dijawa tengah menuju Kalimantan untuk melanjutkan pendidikan. Dahlan di Kalimantan tinggal bersama Mbak Atun. Mbak Atun bersama suaminya membantu dahlan buat berkuliah.

Kehidupan dahlan sudah lebih baik di Kalimantan ini tapi pikirannya yang banyak terganggu. Janjinya dengan aisa membuat pikiran dahlan menjadi kacau. Galau karena sebuah janji yang tidak tentu. Pikiran yang terganggu membuat dahlan berhenti kuliah.

Surat-surat yang dikirim aisa ke dahlan menunjukkan keinginan aisa untuk melanjutkan hubungan serius dengan dahlan.

Berbagai peristiwa berlangsung menyelimuti kehidupan dahlan. Setelah berhenti kuliah dahlan lebih memilih untuk aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Pilhan ini yang menjati titik acu untuk masa depan dahlan.

Menjadi ketua demonstrasi pada aksi kemahasiswaan yang berakibat adu mulut dan kejar-kejaran dengan aparat militer. Dahlan sebagai ketua disalahkan dan menjadi buronan militer.

Tidak ada yang menduga larinya dahlan dari aparat militer menakdirkannya bertemu dengan nenek saripa. Nene saripa membantu menyembuhkan dahlan yang terluka dari kejaran tentara. Dan di rumah nenek saripa juga dahlan bertemu bang sayid seorang reporter. Dari bang sayid lah awal karir dahlan berlangsung sebagai penulis Koran.

Kecelakaan ketika dikejar-kejar tentara ternyata berujung kebaikan. Dahlan mendapatkan teman baru, bertemu nenek saripa yang mengajarkan arti kehidupan dan yang paling penting hubungan dahlan dengan nafsiah perempuan asal Loa kulu menjadi lebih dekat.

Dahlan yang sukses sebagai reporter memberanikan diri untuk melamar nafsiah. Bapaknya nafsiah yang tentara ternyata memiliki hati yang tulus untuk menyerahkan tanggung jawab masa depan nafsiah kepada dahlan.

Cinta yang bersemi di dalam hati dahlan membuatnya semakin bersemangat dalam pekerjaannya. Hingga, dahlan pun meninggalkan Kalimantan dan kembali ke Surabaya.

Selama 10 tahun dahlan belum pernah kembali ke kampungnya untuk bertemu bapak dan adiknya, zain.

Keinginan dahlan untuk kembali ke kampung halaman memuncak ketika dahlan bermimpi tentang pusara sang ibu dan kupu-kupu.

Bersama Nafsiah sang istri dan ke dua anaknya, Rully dan Isna, Dahlan pun berangkat menuju rumah pertamanya. Pertemuan yang mengharukan dengan sang Ayah.

“Aku bersyukur Karena Tuhan telah memperingatkan aku dengan cara tak terduga. Lewat Bapak” ~DAHLAN ISKAN